




PAKET USAHA JUICE BUAH MURAH
"HANYA 5 JUTA"
Telp : 0856 5528 1114
"Kami menjual perlengkapan juice buah lengkap dan berkualitas"
Yang mitra dapatkan :
1. satu buah booth juice
2. Perlengkapan juice lengkap (blender philip,pisau,kursi, dll )
3. Material promosi (X- Banner, brosur)
Yang anda siapkan :
1. Lokasi yang Strategis cukup dengan sewa..
2. Karyawan yang siap menjalankan
yg menarik lagi..
MITRA BOLEH MEMAKAI MERK JUICE NYA SENDIRI..
Tidak perlu menjadi orang Hebat untuk Memulai Usaha,
Tapi Anda Harus segeeera memulai (Action) untuk Menjadi Pengusaha Hebat..!!
Aku pernah dengar seseorang bicara kepadaku tentang cara menjadi pintar dengan mudah. Ini caranya, buka jendela kamu lebar-lebar, ambil TV kamu, trus bawa TV itu ke jendela, dan buanglah. Ya dibuang. Sayang ya ? Kalau gitu, kamu ga akan pintar-pintar. Kenapa ?
Salah satu penyebab seseorang menjadi malas-malasan dan sedikit kurang pintar (bahasa yang diperhalus.. hehehe) adalah TV. Penyampaian yang hanya satu arah membuat otak kita tidak berkembang dengan baik. Beda halnya dengan sebuah buku. Ketika membaca, otak kita diajak berpikir kritis terhadap apa yang kita baca.
Lagipula, kita bisa memilih-milih buku apa yang kita baca. Tidak seperti di TV yang menjadikan kita sebagai penerima berita-berita sampah (walaupun kita bisa mengganti channel, tetap aja saja acara yang tidak berguna dan menghabiskan waktu yang kita tonton).
Yah, aku berusaha menempatkan buku lebih dari tabung kaca itu. Karena dengan buku aku yakin mampu membaca dan mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah kepada diriku. Membaca tak sebatas membaca dalam makna sebenarnya saja, melainkan juga membaca alam dan sekitar. Mungkin ini yang lebih penting.
Tak bernilai disini bukan berarti ga ada artinya, melainkan sangking mahalnya, membuat ia tak dapat dinilai dengan rupiah. Sehingga berinvestasi disini merupakan hal yang sangat menjanjikan. Tak seperti ketika kita menginvestasi emas ataupun saham yang setiap saat bisa saja merugi dan dicuri orang. Emang ada yang mau mencuri buku ? Kalaupun ada, kita toh tak pernah rugi. Kalau sudah dibaca, biasanya ilmu itu akan tertanam lama dalam ingatan kita.
Jadi dicuri pun tak apa-apa. Investasi yang sangat aman bukan ?
kost2an. 21.30 wib
Sedang Belajar Beberapa dari kita (termasuk saya dulu) mungkin pernah mengeluh,
”Ah, males banget ! Belajar lagi, belajar lagi ! ”
Tapi anehnya, kita menginginkan kesuksesan. Emang kesuksesan seperti sulap ya ? Ga perlu usaha keras gitu ?
Banyak dari kita yang menganggap bahwa belajar itu adalah sebuah beban. Karena dianggap sebagai sebuah beban, kita akan melaksanakannya dengan berat hati juga. Ga ada unsur ikhlas di dalamnya.
Ada cara yang bisa kita tempuh untuk menjadikan belajar sebagai sebuah proses yang indah. Ga perlu lagi ada unsur-unsur males di dalamnya. Tulisan ini terinspirasi dari ceramah shalat Jum’at di Masjid Kampus UGM beberapa minggu yang lalu.
Kuncinya adalah menganggap belajar adalah sebuah proses ibadah. Karena diniatkan sebagai ibadah, kita hanya akan mengharapkan hasil dari proses belajar kita adalah pahala.
Nah, ketika sudah berorientasi mencari pahala, hal-hal lain untuk sementara bisa dikesampingkan. Misalnya belajar hanya sekedar untuk mendapat nilai yang bagus.
Terlalu naif nampaknya kalau proses belajar kita hanya untuk mendapatkan sebuah nilai. Yang sebenarnya ga berarti apa-apa buat dunia nyata. Apa petugas kebersihan yang biasa ngambil sampah di rumah kita peduli dengan nilai 100 yang baru aja kita dapat dari pelajaran Biologi pada Bab Lingkungan ? Ga kan ? Yang mereka pedulikan hanya lah sampah-sampah kita udah terkumpul dengan baik di tempat sampah atau tidak. Bukan malah berserekan di sekitar tempat sampah, yang mengharus petugas sampah itu mengumpulkan satu demi satu lagi.
Kebanyakan dari kita banyak terjebak pada hal-hal teoritis saja. Hal-hal yang bersifat praktek sangat sedikit di singgung. Masih banyak yang menganggap nilai adalah segalanya. Karena sudah berpendapat seperti ini, maka segala cara dikerahkan untuk mencapai nilai yang baik. Baik itu dengan cara yang halal, maupun dengan cara-cara yang tidak halal.
Kalau mau bagus, seperti yang udah saya ungkapkan di atas, jadikanlah belajar sebagai sebuah proses ibadah. Karena dengan begitu kita akan mencari-cari manfaat apa yang bisa kita dapatkan dari sebuah materi.
Misalnya kita lagi mempelajari tentang segitiga sebangun. Dimana pada prakteknya hal ini bisa kita gunakan untuk mengukur tinggi sebuah pohon tanpa harus memanjatnya. Jadi kalau entar disuruh menebang pohon kelapa dekat rumah kita, kita ga perlu lagi takut-takut kalau pohon itu menimpa atap teras rumah kita. Karena kita udah bisa menghitung tinggi pohon dengan jarak pohon itu dengan rumah kita.
Nah, hal-hal seperti diatas lah yang harus kita gali dari sebuah materi pelajaran. Apapun pelajarannya, yakinlah pasti ada manfaat yang bisa kita aplikasikan ke kehidupan sehari-hari. Entar otomatis kita akan paham banget.
Setelah paham, nilai yang baik akan datang dengan sendirinya. Jadi, nilai akan menjadi kompensasi dari hasil usaha kita. Semacam bonus gitu lah.
Satu hal lagi yang harus kita ingat. Tujuan kita sekolahkan agar kelak bisa hidup mandiri tanpa tergantung orang tua lagi. Sehingga kalau kita malas belajar, itu artinya kita menganiaya orang tua kita. Betapa mereka sekarang sedang berjuang keras untuk mencari duit buat biaya sekolah kita. Kadang harus menjual sesuatu untuk membayar buku kita yang luar biasa mahalnya sekarang.
Jadi ketika rasa malas datang disaat kita belajar, coba bayangkan wajah orang tua kita. Yang berharap kita sukses kelak, dan ketika mereka sudah tua, mereka bisa menyandarkan tulang mereka yang telah rapu di pundak kita.
Maka, jika kita malas-malasan belajar. Sama saja kita menyiapkan pisau belati yang tajam untuk menyayat hati orang tua kita..
Ayo Belajar !
Malam ini aku hanya bisa terbaring lemah. Sendiri dan sendiri...
Sambil merenung gmn kehidupanku di tahun 2010 nanti ? jadi apakah aku ? akankah sama dengan tahun 2009 kmaren , yang masih belum bisa memberikan kontribusi buat orang lain..
Beberapa hari lagi tahun 2010 telah menyambutku dan aku udah menginjak umur 20 tahun. Umur yang tidak muda lagi, tapi belum tua juga..
20 tahun.., sebuah masa di mana aku sudah harus menentukan rencana hidupku setidaknya untuk 20 tahun ke depan lagi. Aku harus jadi manusia yang seperti apa. Aku ga mau entar ketika aku sudah menginjak umur 40 tahun, hidupku terlunta-lunta tanpa tujuan yang jelas.
kalo di hitung2 dalam sehari aku tidur 8 jam, berarti dalam umurku yang 20 tahun ini, aku telah tidur selama kurang lebih 6 tahun. sangat di sayangkan 6 tahun hanya ku gunakan untuk tidur. di tahun 2010 nanti aku harus bisa berubah dan lebih bersemangat untuk berbuat hal2 yg positif.
Tapi Semuanya harus dirancang sejak sekarang. Rencana itu ga boleh main-main lagi. Karena sudah 20 tahun sejak lahir aku melewatkan hidup ini dengan berbagai pelajaran hidup. Cukupkah pelajaran yang sudah kudapatkan selama 20 tahun terakhir ini ? Ehm, mungkin tak selamanya akan cukup, karena masih banyak yang belum aku tahu di luar sana. Tapi setidaknya aku sudah punya pegangan. Yang mudahan dengan pegangan itu hidupku menjadi lebih terarah. Yakni agama !!
Yang tak kalah pentingnya yakni memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia
Bukankah Rasulullah pernah mengatakan bahwa sungguh merugi orang yang hari ini sama dengan hari kemarin. Makanya aku pingin terus memperbaiki diri. Dari segi ibadah hingga hubungan dengan sesama manusia dan lingkungan. Termasuk didalamnya lebih bisa ngatur jadwal dan ngatur finansial.
Yogyakarta
Kos_kosan, 18 Desember 2009
pukul 1:20
Dewasa ini,seiring era globalisasi sedang mewabah negri ini. Sulitnya mencari pekerjaan adalah suatu hal yang lumrah di rasakan masyarakat kita. Kita tidak kaget melihat lulusan S1 yang mondar-mandir membawa lamaran pekerjaan, bahkan media massa pernah menyebut lulusan S2 jg sulit mencari pekerjaan.
Di samping itu,sistem perekonomian kita jg sedang goyah. itulah yang di lansir pemerintah beberapa hari yang lalu. Melihat hal tersebut, Para orang tua yang mau menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi jelas harus lebih selektif lagi. Mungkin di benak mereka hanya akan terngiang satu pertanyaan” mau jadi apa anakku kelak setelah lulus S1? “ tidak mau melihat anaknya sengsara, orang tua saatnya memilih prodi yang tepat untuk buah hatinya, walaupun segala cara di lakukan tanpa memperhatikan halal atau tidaknya.
Oleh karena itu, prodi dokter hewan insyallah merupakan pilihan yang tepat, hal itu tidak menutup kemungkinan karena dokter hewan di indonesia sangat kekurangan, apalagi di luar jawa. Di perkirakan 10 tahun ke depan, dokter hewan asing akan merajai pangsa pasar negri ini.tidak mau hal tersebut terjadi kan?
Mengingat hal itu, beberapa bulan yang lalu UGM menjembatani dengan mengadakan seminar tentang kerja dokter hewan di luar negri.
Salah satu pembicaranya adalah drh. Dian Nursanti M.P. alumni FKH UGM angkatan 1990 yang sekarang bekerja pada Mundelein Animal Hospital (MAH), Mundelein, Illinois, Amerika Serikat (USA).
Beliau memaparkan bahwa pendapatan seorang praktisi dokter hewan di USA per tahun bekisar $ 71.990 (sekitar Rp. 719.900.000) dan untuk dokter hewan pemerintah (federal government) berkisar $ 84,355 (sekitar Rp 843.550.000). Penghasilan yang sangat menggiurkan bagi dokter hewan Indonesia ini harus dicapai oleh calon dokter hewan USA melalui proses yang berat namun terasa lebih berat lagi bagi dokter hewan lulusan luar USA. Proses ujian “penyetaraan” profesi (ECFVG/Educational Commission for Foreign Veterinary Graduates) dirasakan sangat berat terutama bagi dokter hewan lulusan Universitas dari Asia.
Drh. Dian dengan perjuangan tak kenal menyerah akhirnya lulus ujian penyetaraan profesi dan diakui kemampuannya sebagai dokter hewan setelah ujian ECFVG tersebut. Dokter hewan satu ini memang selain pintar sejak di sekolah dasar hingga PT, juga sangat ulet . Harus dicatat bahwa pilihan menjadi dokter hewan baginya melebihi keinginan menjadi dokter manusia (meskipun secara akademik hal ini mampu diraihnya). Hal ini menggambarkan betapa profesi dokter hewan memang secara sadar dipilihnya sehingga sangat wajar kalau tekad dan hasil kerja kerasnya terlihat sekarang dengan bekerja di sebuah Rumah Sakit Hewan di USA.
Drh. Dian menyebutkan seni dan ilmu diagnosis kedokteran hewan merupakan kombinasi metode ilmiah, intuisi, dan keterampilan interpersonal. Oleh karena itu seorang dokter hewan harus memiliki sikap optimis, kreatif, belajar tanpa batas, selalu melihat peluang secara positif, respektif (honesty and humility). Hal lain yang ditekankannya untuk profesi dokter hewan hendaknya juga mampu membangun animal relationship dan client relationship.
Demikian sepintas mengenai seminar dengan pembicara seorang alumnus FKH UGM yang berhasil menembus ketatnya persyaratan praktek sebagai dokter hewan di Amerika. Acara tersebut dapat menyemangati para mahasiswa FKH UGM untuk berani bertarung di kancah internasional. Drh. Dian Nursanti jg yakin bahwa dokter hewan lulusan UGM memiliki kreatif, daya juang tinggi, sabar, dan ulet. Semoga itu akan selalu menjadi modal kesuksesan para alumnusnya. Amin...
*Pelajaran : Dalam hal ini kita dapat mengambil hikmah,bukan hanya lulusan dokter hewan saja yang dapat sukses.Cerita di atas hanya salah satu contoh saja.
Profesi apapun, jika kita serius dan tekun dalam menjalankannya, insyallah akan sukses jg. Mengingat menjadi sukses adalah ketrampilan yang bisa di pelajari, bukan hanya bakat yang menyertai kita sejak lahir. Kita dapat mengasahnya sendiri atau mempelajarinya dari orang lain yang sudah sukses. Dalam arti kita cari orang yang telah mencapai puncak dan pelajari cara mereka bekerja. Karena hal itu dapat menjadi motivasi bagi diri kita sendiri, sehingga kita lebih confidently (baca:lebih percaya diri) untuk menatap hari esok yang persainganya semakin ketat. *BIJAK MODE:ON
SEMANGAT KAWAN !!!!!
info lebih lanjut bisa hubungi saya lewat facebook : ALVIN PARADIPTYA RIFKAS
atau by handphone : 085655281114
Pasti ku kan malu melihat banyak warga miskin
yang ga bisa mengantar hewannya berobat ke klinik hewan,
hanya gara-gara masalah duit.
Sedangkan di sana-sini masih banyak orang kaya yang rela
menghamburkan duitnya..
Andai aku dokter Hewan Indonesia,
mungkin ku kan begitu sulit memberikan diagnosis dan
treatment yg tepat tuk semua pasien hewanku kelak, karena terbatasnya peralatan yg aku punya di klinik dan juga karena hewan ga bisa ngomong (hehe...!)
Tak seperti dokter2 hewan diluar sana yg punya seabrek alat2 canggih nan mahal untuk pasien hewannya.
Andai aku dokter Hewan Indonesia,
barangkali aku akan sering menghela nafas “huff..”
melihat kekacauan sistem ketahanan pangan nasional di negara ini.
Bukan seperti di luar sana yang sistemnya lebih baik,
sehingga tak perlu idealisme seorang dokter hewan itu dipertaruhkan..
tapi..
Aku tetap ingin jadi dokter Hewan Indonesia
dokter hewan yang bangga dengan tanah air ini..
Dan mulai saat ini aku begitu bersemangat untuk jadi Dokter Hewan Indonesia
dimana aku bisa sedikit membantu kesejahteraan manusia, melalui kesehatan hewan
sesuai semboyan kedokteran hewan "Manusya mriga satwa sewaka"
Aku bangga jadi Dokter Hewan Indonesia
Negeri yang luar biasa hebatnya..
Negeri yang luar biasa kayanya..
Tak ada yg perlu disalahkan atas kekacauan yg kau rasakan sekarang pada bangsa ini.
Ya, tak perlu.
Kitalah yang salah. Aku dan kamu.
yang tak bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.
Hanya berharap orang lainlah yang melakukan hal baik buat kita.
Alhamdulillah..
itulah ucapan syukur ketika saya mendapat Award. Setelah 3 Bulan ngeblog, 3 award ku dapat. Award yg saya dapat ini merupakan penghargaan buat saya.
Dan inilah ketiga Award tersebut :
1. Award ini ku dapat dari sahabat saya sifa.
alvin ingin berbagi kebahagiaan ini dengan memberikan award ini kepada sahabat, yaitu :
1. Nur rachmat
2.Aterhea.com
3.Penchenk
4.Bang jefri
5.lingga
6.Yessi
7.Agus
8.Rosidi
9.dewi tantri
10.Fahmi
11.dodi
Buat ke-11 sahabat yang dapat award dari saya, Silahkan di ambil awardnya..!!
dan ini Award yang kedua dari sahabat dinda
Award yang ketiga, dari sahabat mubarok

terima kasih buat sahabat yang udah ngasih award.. dengan award ini saya tidak besar kepala tapi sebagai cambuk untuk rajin menulis.

Awalnya sekedar iseng, saya menuju lantai 2 perpustakaan Universitas Gadjah Mada. Mata saya tertuju pada selembar kertas putih yang terbungkus plastik warna biru. Tanpa basa-basi, saya tertarik untuk membukanya..
Alangkah terkejutnya, ketika saya melihat tulisan yang berbau kampanye tersebut.
Intinya tulisan itu menggambarkan paparan dari perbedaan 3 calon presiden negri ini.
Tapi dalam tulisan itu, begitu nyata dan terlihat pasangan SBY-BUDIONO di pojokan, dimaki dan dibenci. Dalam hal ini saya bukannya membela sepihak (Sby-Budiono). Tapi inilah kenyataan yang di tulis oleh mereka2 yang tidak bertanggung jawab.
Mungkin mereka berfikir bahwa dengan menyebarkan isu2 yang memojokan salah satu capres, mereka mendapatkan dukungan dari masyarakat. Tapi justru sebaliknya, kita tidak akan bersimpati untuk memilih capres tersebut.
Bukan begitu ??
Ya itulah gambaran bagi mereka yang tidak siap kalah, segala macam hal kecurangan pasti akan di lakukan.
Dalam hal politik, perbedaan2 itu saya rasa wajar adanya. Siapa yang paling siap, dia lah yang menang. Dan untuk mencapai kemenangan di butuhkan persaingan, tapi bersainglah dengan cara yang sehat. Jangan bersaing dengan cara yang kotor !!
Sekali lagi saya tekankan, saya menulis ini bukan untuk membela tapi sebagai informasi bagi kita semua !!!
Dan sampai posting ini di publish, di benak saya dan para pembaca sekalian masih bertanya siapa pihak yang menyebarkan tulisan tersebut ??
Pihak satu,dua atau tiga ??(Wallahua’lam)
SELAMAT MEMILIH CAPRES !!!!!!
Hai pembaca setia blogku (emang ada gitu pembaca setianya ? hehe). Wah udah lama banget aku ga ngupdate blog ini. Penyakitnya mungkin 2 hal : Malas dan ada Ujian akhir. Yah, belakangan ini aku agak terlalu fokus ke kuliah. Dan ketika berhadapan dengan laptop untuk menulis postingan di blog ini, selalu aja aku berpikiran “Ah, lebih baik gunakan waktu untuk baca-baca buku teks kuliah. Tau kan kalau buku-buku kedokteran Hewan itu setebal bantal ?” Hehehe.
nah.. ini blog baruku
Blog Hewan
di blog hewan ini akan di isi tulisan tentang dunia hewan..
penasaran kan, seperti apa siy blognya...
klik disini

Hmm.... saat ini banyak banget orang yang terkesima dengan harta orang lain. tidak pernah merasa cukup dengan harta yang ia miliki.
Jika sudah mendapatkan materi dunia, kita ingin terus mendapatkan yang lebih.Jika baru mendapat motor,kita ingin mobil.. jika mobil kita dapatkan,pesawatpun kita inginkan...
Mengapa demikian ?
yah benar... karena sifat manusia yang selalu kurang puas terhadap apa yang kita miliki.. kurangnya rasa bersyukur !!
Dalam hal harta dan dunia,hendaknya kita selalu melihat orang di bawahnya..
Coba kita lihat..Betapa banyak orang di bawah kita berada di bawah garis kemiskinan,untuk makan sehari-hari saja mesti mencari utang sana-sini.
"Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini ).Dengan demikian hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu."
(HR.Bukhari dan Muslim)

Yah…..pastinya !!
Coba kita bayangkan, kita hanya kuliah, mengerjakan tugas, praktikum dan organisasi atau aktivitas lain di kampus.hanya itu bukan ? (ya mungkin ada sebagian dari kita yang bekerja dan kuliah..)
Seusai kuliah kita pulang dan sedikit bersosialisasi. tiap hari yang kita lakukan tidak jauh berbeda dari itu semua. Sungguh memprihatinkan !!
Kebutuhan hidup kita pun tinggal minta kepada orang tua, orang tua sebisa mungkin menyediakan dan memberi apa yang kita mau,walaupun kita kurang begitu mengerti tentang keadaan orang tua di rumah.
Memang ada beberapa kendala yang menjadi alasan kita, diantaranya tugas menumpuk, ujian dadakan,tiap hari praktikum dan sebagainya.Kadang hal seperti ini lah yang bisa membuat kita berada pada satu titik jenuh,konsekuensinya banyak di antara kita yang stres. Tapi itu semua, saya rasa bukan suatu kendala yang rumit. Kita bisa mengatasi kendala seperti itu dengan merefresh pikiran kita agar kembali seperti semula. Misalnya dengan jalan2 ma teman, berolah raga dan sebagainya.
coba kita berfikir jauh ke depan, kelak kita mau nggak mau pasti jd orang tua. Yang setiap hari harus memenuhi kebutuhan keluarga dan memikirkan keadaan masa depan anak. Itu seribu kali lipat jauh lebih berat dari kita sebagai mahasiswa. Apa kita sudah siap ?Belum tentunya....!
Tapi kenapa kita mahasiswa masih seperti ini, masih nyantai tanpa ada beban apapun, sering main dan malas belajar. Seolah-olah tugas belajar adalah nomor 2..
kita mahasiswa adalah generasi muda, harapan bangsa!! Apa kita masih ingin negara kita selalu di injak2 negara lain ?? apa masih ingin ratusan tahun kita mengalami keterpurukan ? Selama kita masih begini, jangan berharap kita di hargai..!! apa ini yang kita mau??
tidak kan ??
Marilah bersama Bangkit wahai mahasiswa ,dengan membangun mental kita .Kita harus berubah dan harus serius belajar untuk meraih cita2 kita yang masih panjang. Dengan usaha keras, belajar dan berdoa, Insyallah kita nantinya akan sukses. Amin....
(ingat Orang tua di Rumah !!)
Nah, dari usaha2 yang kita lakukan tadi, tidak sepantasnya kredibilitas kita sebagai mahasiwa di pertanyakan lagi....
Setuju ???




